Tugas Softskill

Posted March 18, 2010 by Fitrie
Categories: knowledge, science and technology

Pada dasarnya, di dunia ini terdapat dua tipe manusia, yaitu baik dan jahat. Pada gambar karikatur ini, manusia berhati jahat digambarkan dengan pria yang membawa botol kaca besar berisi cairan merah dan menghadap ke arah belakang sehingga wajahnya tidak nampak jika dilihat dari depan. Sedangkan manusia berhati baik digambarkan oleh si pembuat karikatur dengan adanya sosok pria yang membawa botol kaca besar berisi cairan hitam dan menghadap ke arah depan.

Maksud dari kedua pria tersebut menuangkan cairan yang ada di dalam botol melalui corong ke kepala anak-anak yang sedang berbaris adalah karena pada saat ini generasi muda kita telah dipengaruhi oleh dua hal yang sangat kontras, yaitu kebaikan dan kejahatan. Manusia berhati baik ingin mengajak generasi setelahnya untuk mengikuti jejaknya. Memiliki masa depan yang cerah dan berhati mulia. Begitu pula dengan menusia berhati jahat. Mereka ingin mempunyai “teman” yang bisa dijadikan penerus pemikirannya yang terkadang berada di luar kendali atau tidak sesuai dengan hati nuraninya.

Inilah gambaran fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini. Masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan menjerit. Dalam artian, mereka terus mengeluh karena perilaku pemerintah yang tidak mempedulikan nasib mereka. Rakyat kecil tidak sanggup menjalani roda kehidupan dikarenakan harga kebutuhan pokok yang seharusnya bisa menyangga kelangsungan hidup mereka terus membumbung tinggi.

Semakin banyaknya anak terlantar, pengamen, pengemis, dan pengangguran merupakan indikator bahwa bangsa ini sedang berada dalam masa krisis. Balita yang dilahirkan di lingkungan keluarga miskin tidak mempunyai asupan gizi yang cukup. Jangankan untuk membeli susu formula, makan pun ala kadarnya. Adanya program pengkonversian bahan bakar dari minyak tanah ke gas dan penggusuran lahan pertanian untuk proyek bijih besi semakin memperburuk keadaan mereka, terutama yang hidup di Jakarta dikarenakan lebih tingginya biaya hidup di sini dibanding di daerah lain di Indonesia. Tak bisa diterka hingga kapan situasi ini akan terus berlangsung.

Paradigma Orang Indonesia Terhadap Jepang

Posted February 20, 2010 by Fitrie
Categories: knowledge, my experience, science and technology

Oleh Fitrie Amelia

Catatan: Tulisan ini pernah saya ikut sertakan dalam “Lomba Esai” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Sebagian informasi (foto, informasi geografis, informasi ekonomi, dsb.) memang saya ambil dari dunia maya. Namun secara keseluruhan, dari segi pengolahan kata dan tata bahasa hingga terbentuk sebuah esai adalah murni hasil karya saya sendiri sehingga bisa diperiksa keabsahannya.


Jepang. Apa yang langsung terlintas di benak Anda apabila mendengar kata ini? Gunung Fuji (Fujiyama)? Bunga sakura? Kereta cepat (Shinkansen)? Atau mungkin robot ASIMO-nya?

Negeri matahari terbit ini menyimpan sejuta keunikan dan keindahan. Dan juga merupakan salah satu negara maju dengan keunggulannya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Science and Technology). Seluruh dunia telah mengetahui hal tersebut. Mesin-mesin, peralatan elektronik, dan alat telekomunikasi banyak yang berasal dari Jepang. Kendaraan dengan teknologi mutakhir secara mayoritas berasal dari Jepang. Bahkan robot pun seolah-olah tidak mau kalah untuk “pamer” bahwa “aku”(robot) berasal dari Jepang. Semua produk yang serba canggih biasanya terdapat tulisan “Made in Japan”.

shinkansen

Namun, di luar itu semua, bagaimana paradigma orang Indonesia terhadap Jepang? Karena mengingat bahwa dulu, Indonesia pernah dijajah oleh Jepang. Apakah bangsa Indonesia menyimpan dendam?

Belum hilang dari ingatan kita ketika bangsa Indonesia dijajah oleh Jepang. Mungkin sebagian besar dari kita hanya mengetahuinya dari mata pelajaran sejarah yang kita pelajari di Sekolah Dasar. Jepang menjajah bangsa kita selama 3.5 tahun.

Akan tetapi, secara perlahan, ingatan mengenai masalah itu telah sirna. Sepertinya hal itu tidak mampu mempengaruhi paradigma atau sudut pandang orang Indonesia terhadap Jepang yang pada saat ini sudah terlanjur positif. Semua itu dikarenakan bangsa Indonesia kagum dengan kemajuan Jepang yang sangat pesat. Sebenarnya, dalam pikiran orang Indonesia, ingin menjadikan Jepang sebagai contoh negara yang patut ditiru. Dimulai dari warganya yang disiplin dan suka bekerja keras. Tata kotanya yang teratur, bersih dan nyaman. Sampai dengan perkembangan teknologinya saat ini yang telah harum namanya hingga ke seluruh dunia.

Dengan jumlah penduduk yang kurang lebih 128 juta jiwa, dan luas daerah yang tidak lebih dari 400,000 km2, pemerintah Jepang bisa dikatakan sukses dalam “mengatur” warganya. Bagaimana tidak, hampir di semua aspek kehidupan mengalami perubahan yang positif.

mobilitas penduduk jepang

Bidang ekonomi meningkat luar biasa, yaitu menjadi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat dengan PDB nominal (Produk Domestik Bruto) sekitar AS$4.5 triliun. Sungguh menakjubkan bukan? Selain itu, Jepang memiliki industri di bidang otomotif, industri kapal, industri kimia, elektronik, dan lain-lain. Sebagian besar perekonomian Jepang bergantung pada sektor jasa, industri, dan pariwisata.

perekonomian jepang

Bidang sosial dan budaya juga mangalami peningkatan dengan dikembangkannya budaya orisinil Jepang diantaranya upacara minum teh, origami (seni melipat kertas), tarian tradisional, serta makanan khas Jepang.

shabu-shabu

Bidang pertahanan dan keamanan. Di bidang ini pun Jepang aktif dalam hubungan internasional dan menjalin persahabatan dengan negara-negara lain di seluruh dunia.

Bidang pendidikan. Pada bidang ini, pemerintah Jepang sangat perhatian. Sama seperti di Indonesia yang mencanangkan program wajib belajar 9 tahun terhitung dari Sekolah Dasar (Elementary School) hingga Sekolah Lanjutan Kedua (Upper Secondary School), yang di Indonesia setara dengan Sekolah Menengah Pertama. Selain itu tiap tahunnya pemerintah Jepang juga memberikan beasiswa kepada siswa dan mahasiswa berprestasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Contohnya adalah program beasiswa MONBUKAGAKUSHO.

Di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Jepang juga terkenal dengan kehebatan desain grafis dan animasi-nya. Karena itu Manga, Anime, dan seni animasi asal Jepang lainnya, sudah dikenal seantero dunia. Bahkan banyak pelajar Indonesia yang pergi ke Jepang hanya untuk memperdalam seni animasi ini.

Saat ini pun Indonesia masih menjalin hubungan kerjasama dengan Jepang. Tahun 2008 kemarin merupakan tahun ke 50 persahabatan Indonesia dengan Jepang. Atau biasa disebut dengan tahun emas (Golden Year of Friendship 2008, Indonesia-Japan). Semua ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia menghormati Jepang. Kerjasama tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan, terutama di bidang teknologi dan pariwisata. Masing-masing negara mengunggulkan kekayaan yang dimilikinya. Indonesia memiliki Danau Tiga Warna, Jepang memiliki Gunung Fuji. Indonesia memiliki Bunga Bangkai (Rafflesia Arnoldi), Jepang memiliki Bunga Sakura (Cherry Blossom). Dan lain sebagainya.

Golden Year of Friendship 2008

Apabila dibandingkan dengan negara Jepang, Indonesia memang masih jauh tertinggal dan sulit untuk disejajarkan. Tetapi kesempatan untuk memperbaikinya masih terbuka lebar. Kita sebagai warga negara Indonesia sebaiknya mencontoh negara Jepang. Mencontoh bukan berarti mencuri kebudayaan mereka. Ikuti contoh yang positif dari negara tersebut. Kita salurkan keinginan kita dengan cara belajar yang rajin dan sungguh-sungguh. Menerapkan kebiasaan disiplin dalam segala hal. Dan jangan mudah menyerah, apalagi putus asa. Apapun yang akan terjadi nanti, tetap lakukan yang terbaik pada saat ini. Jangan hanya berbicara ingin seperti ini dan itu tetapi tidak mau mencoba. Yang terpenting adalah berusaha.

Obsesi Menjadi Cum Lauder

Posted February 20, 2010 by Fitrie
Categories: knowledge, my experience

Ngomong-ngomong judulnya bener nggak yah? Istilah Cum Laude sih ada. Tapi kalo Cum Lauder? Cuek aja ah. Nggak dosa ini.. =D

Okay. Aku mau cerita ni. Nggak kerasa udah dua setengah tahun aku kuliah. Insha Allah tinggal nunggu kurang lebih satu setengah tahun lagi untuk dapetin gelar S.Kom (Sarjana Komputer). Kadang-kadang suka ngebayangin sendiri, gimana kalo aku lagi di acara wisuda. Pake kebaya, pake toga, dandan yang cantik. Lucu pasti. Sempat kepikiran juga kalo sendainya pas acara wisuda, aku kedapetan ngisi acara. Ngapain kek. Haha. Konyol. Lagian emangnya di acara wisuda ada begituan ya? Nggak tau deh. Belom pernah ngerasain sih..

Yang paling bikin aku jadi “ngiler” adalah adanya istilah Cum Laude. Tau dong Cum Laude? Sayangnya waktu masih duduk di semester awal-awal, sekitar semester satu, dua, atau tiga lah.. aku nggak tau apa itu Cum Laude. Sangat menyedihkan. Seorang mahasiswi yang notabene punya wawasan yang cukup luas, tidak tahu menahu arti dari Cum Laude. Padahal kan istilah Cum Laude merupakan satu dari banyak istilah yang paling umum kalo kita udah masuk universitas. Mahasiswi jadi-jadian kayaknya. Hehe.

Aku denger istilah Cum Laude pertama kali waktu kakak-ku ngomongin temen kerjanya yang punya otak super brilliant. Berlebihan kali ya ngomong super brilliant. Tapi emang pinter banget sih. SMA-nya aja dari Taruna Nusantara. Tau sendiri kalo yang bisa masuk situ cuma anak-anak jenius. Trus katanya waktu lulus kuliah dapet predikat Cum Laude. Nah dari situ aku penasaran sama istilah Cum Laude. Bahasa apa’an itu ya? Artinya apa pula? Dari namanya aja udah kedengeran keren. Pasti artinya juga keren. Aku sih mikirnya gitu. =D

Setelah tanya sana-sini ternyata simpelnya Cum Laude itu adalah predikat yang diberikan kepada seorang sarjana yang punya prestasi baik. Selain itu, setelah surfing internet kesana-kemari, aku dapet cukup banyak referensi juga loh. Nggak taunya tiap universitas punya kebijakan masing-masing mengenai syarat minimal pemberian predikat Cum Laude. Kirain sama. Beberapa universitas di Indonesia mensyaratkan sarjana yang berhak menyandang predikat Cum Laude adalah yang lulus tepat waktu dan memiliki IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) di atas 3.5. Tapi kalo di Gunadarma, kalo ga salah inget sih minimal IPK-nya 3.65.

Semenjak baca hasil browsing-an itu, aku mulai “masang” target. Aku suka ngomong dalam hati, “Gua mesti lulus dengan predikat Cum Laude. Gua gak mau bikin malu bokap nyokap gua. Harus!!”. Ngeri gak sih bacanya? Hoho.

Masalahnya adalah IPK aku di semester 5 kemarin Cuma 3.47. Aduh.. kecil banget. Ini terjadi gara-gara waktu di semester dua, aku terlena sama IPK aku di semester satu, yaitu 3.53. Nggak terlalu bagus sih. Tapi bodohnya aku ngerasa puas dengan itu hingga akhirnya IPK-ku di semester dua anjlok. Tapi it’s fine!!! Masih ada kesempatan di tiga semester terakhir. Iya kan? Toh yang lalu udah gak bisa diapa-apain. Jadi berjuang aja untuk ke depan. YAY!!

Waktu itu di TV juga pernah ada liputan tentang Om Barack Obama yang waktu diwisuda dapet predikat Magna Cum Laude. Apalagi.. coba?? Yang pasti artinya bukan yang buruk-buruk. Kalo artinya buruk ya Om Obama gak bakalan jadi presiden Amerika lah.

Wuihhh.. pasti bakalan keren banget kali ya kalo seorang mahasiswi dapet gelar sarjana, trus ada embel-embelnya predikat Cum Laude. Yeah, seorang Cum Lauder sejati. Mungkinkah aku bisa “menyabet” predikat itu? Harus bisa dong. Kita lihat saja tahun depan. Amin!! =)

Bandung-pun Bagus

Posted February 15, 2010 by Fitrie
Categories: my experience

Salah satu kota terbaik yang pernah aku kunjungi adalah Bandung. Aku telah ke sana beberapa kali. Bandung merupakan kota termodern kedua di Indonesia setelah Jakarta. Jika dilihat di peta, kota ini terletak agak menjorok ke arah barat. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan yang cantik dengan sedikit gedung bertingkat.

Bandung juga dikenal dengan julukannya yaitu “Paris Van Java”. Nama ini didapat dari orang-orang Belanda yang dulu menjajah Indonesia. Saat itu tentara Belanda sempat singgah di Bandung. Mereka terkesima dengan keindahannya yang mungkin menurut mereka bisa disejajarkan dengan keindahan kota Paris di Uni Eropa. Karena itulah mereka memberikan sebutan “Paris Van Java”, yang bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “Parisnya Jawa”.

Bandung memiliki gaya hidup yang dinamis dan easy-going. Tempat yang sangat ideal untuk berlibur. Para turis menyukai kombinasi hangatnya matahari dan udaranya yang sejuk. Temperatur rata-ratanya adalah 28oCelcius dengan sedikit curah hujan. Gunung terdekat adalah Tangkuban Perahu yang terletak di Bandung Selatan. Walaupun beberapa buku panduan wisata menyebutkan bahwa Bandung kurang bersih, tetapi aku selalu menemukannya dalam keadaan baik.

Hal yang menarik untuk dilakukan dan dilihat adalah mengunjungi tempat pemandian air panas di Ciater, berwisata kuliner, menikmati malam hari di Ciwalk dan Paris Van Java, atau berbelanja di sepanjang jalan Dago dan Martadinata. Tentu aku tidak bisa meninggalkan Bandung begitu saja tanpa membeli buah tangan di Kartika Sari dan Kosambi. Berdasarkan pengalamanku, tidak pernah ada cukup waktu untuk melakukan apa yang ingin aku lakukan.

Namun sayangnya, harus diakui masih banyak kemacetan dan asap kendaraan yang cukup mengganggu, dikarenakan banyaknya turis yang datang tiap harinya. Bagaimanapun juga, sejauh ini kuperhatikan, dengan pemandangannya yang menyejukkan mata, Bandung tetap menjadi tempat yang bagus untuk dikunjungi.

Hal Tak Terduga di Sunville Theme Park

Posted February 15, 2010 by Fitrie
Categories: short story

Suatu Sabtu  pagi di bulan Januari tahun lalu, temanku Shauna dan aku memutuskan untuk pergi mengunjungi pusat kota Scottburgh, Genovia. Kami pergi ke Sunville Theme Park. Hari itu terasa panas sekali. Sinar matahari menyilaukan mata kami.

Tengah harinya, ketika menelusuri jalan kecil di pinggir danau Sunville yang berbentuk melingkar, kami merasa lapar. Untungnya, kami membawa bekal di dalam ransel untuk dimakan dan diminum. Kami mempunya sandwich, jeruk dan coke. Dan kami menemukan tempat yang asyik untuk menikmati makan siang kami. Tempat yang nyaman, hangat dan berumput.

Kami membuka bekalnya dan mulai memakannya. Lalu temanku berkata, “Apa itu yang di sebelah sana?” dia menunjuk ke arah semak-semak. Aku lekas berdiri dan mendekati benda yang dimaksud temanku. Tadinya aku berpikir itu hanya sebuah baju yang telah usang, namun aku menyadari bahwa itu adalah tas. Tas kulit kecoklatan yang terlihat tua. Aku membukanya dengan hati-hati. Aku terkejut melihat isinya, aku melihat tumpukan uang yang nilainya mungkin ratusan ribu gennovs, milik sebuah bank. Lalu aku mencari benda lain yang mungkin ada di dalam tas tersebut. Jantungku berdebar. Dari kantung sisi kiri tas tersebut aku menemukan pistol. “Oh tuhan, bagaimana mungkin?”. Aku meraih pistol tersebut.

Aku langsung meraih telepon genggamku dan menghubungi polisi. Tak lama kemudian polisi tiba. Mereka turun dari mobil, berjalan ke arah kami dan berkata, “Ada apa?”. Bayangkan betapa terkejutnya orang tua kami melihat kami pulang ke rumah dengan diantar mobil polisi. Tentu saja mereka khawatir. Keesokan paginya, ketika surat kabar telah diantar, kami melihat headline, “Dua Remaja Menemukan Pistol dan Setengah Juta Gennovs Setelah Ada Perampokan di Scottburgh Airport”. Selama beberapa hari kami menjadi terkenal. Betapa menariknya kami!! Dan teman-teman kami  merasa sedikit iri ketika kami kembali ke sekolah setelah liburan.

Hadiah Liburan ke Jogja

Posted February 15, 2010 by Fitrie
Categories: my experience

Waktu itu sebenernya bukan lagi libur kuliah atau tanggal merah atau bahkan weekend. Sengaja ngambil judul ini karena gua ngerasa ini merupakan hadiah liburan buat gua. Setelah semua stress dan kelelahan yang melanda pikiran gua selama kurang lebih tiga bulan masa kuliah di semester 5, akhirnya Allah ngasih gua hadiah.

Jadi, hari selasa malem tanggal 22 Desember 2009, ade gua yang kuliah di UGM nelpon ke HP-nya si Mama. Dia mau pindahan kost, secara kost-an yang dulu kurang layak. Soalnya waktu nyari, waktunya dadakan dan belakangan, jadi dapetnya seadanya deh. Pinter banget kan ade gua, giliran kesusahan minta bantuan. Giliran lagi seneng-seneng, orang tuanya pingin nengokin, ehh ga dibolehin sama dia. Cerdas!

Terus, gua nguping dikit, eh tapi bukan nguping sih sebenernya, cuma kedengeran aja si Papa ngomong ke ade gua, kurang lebih gini, “Yaudah besok Mama sama Empit ke sana”. Oh iya Empit tuh nama panggilan gua dari kecil. Nah, abis itu ngomonglah si Papa ke gua “Empit besok ada kuliah ga?”. Gua bilang “Ada Pa, tapi kalo selesai UTS absennya ga diitung”, padahal dalam hati gua berdo’a “Ya Allah aku mau banget jalan-jalan ke Jogja. Stress ni abis ProPres.. Please!!!”. Bener aja si Papa nanya lagi “Empit mau nemenin Mama ke Jogja ga?”. Si Papa becanda ni. Mana ada orang yang ga mau jalan-jalan? Gratis pula. Tapi gua jaim dong jawabnya, biar keliatan terpelajar “Ok Pa, Mama bakalan Empit temenin. Lagian kuliahnya kalo abis UTS agak santai kok”.

Gua keinget masih ada tugas dari Bu Metty (Dosen Basis Data) yang mesti dikumpulin besok, terus juga tugas dari Bu Lina (Dosen Softskill B.Indonesia). Ah duh.. wassalam ni gua. Tapi untung tugas yang buat besok udah selesai. Jadi gua titipin ke temen sekelas gua yang tinggalnya satu komplek perumahan. Tugas yang lain dikerjain di Jogja aja. Kan ada e-mail. Dari situ gua langsung packing. Padahal belum tentu jadi berangkat. Wong tiketnya belum beli.

Sekali lagi gua bilang ini merupakan hadiah dari Allah. Besok paginya, pergilah ke stasiun Jatinegara, dianterin pake mobil sama kaka gua plus si Papa. Sekalian berangkat kerja. Si Mama udah ngasih tau aja “Pit, nanti kalo ga dapet tiketnya ga apa-apa ya..”. Kata gua “He eh Ma..”. Pas sampe stasiun. Ternyata tiketnya dapet. Ada penumpang yang ga jadi pergi ke Jogja, dan tiketnya dibalikin ke loket, terus dibeli deh sama si Papa. Dan tiketnya tuh pas banget untuk dua orang. Menurut gua itu sangat wow! Ajaib pisan!

Singkat cerita, sampailah gua di Jogja. Hati gua tenaaang banget. Udah lama ga ngerasain kaya gini. Di sana kerjaannya cuma jalan-jalan sama makan. Muterin UGM, ke Sunday Morning, Malioboro, Beringharjo. Bagi gua, Malioboro dan Pasar Beringharjo merupakan daftar wajib kunjungan. Di Beringharjo bukannya fokus beli batik, malah beli luluran. Haha. Gua suka sih luluran. Tapi batiknya tetep beli. Abis itu makan pecel, terus ke tempat pabrik bakpia pathok yang asli. Asik banget!

Selain itu gua juga sempet naik Trans Jogja, ngelewatin Taman Pintar, ke Ambarukmo Plaza, terus ke Candi Prambanan. Sumpah deh, gua ngerasa kayak turis beneran walaupun cuma seminggu di sana. Foto-foto lah, ke warnet yang isinya orang bule lah, macem-macem pokonya. Yang lucu pas lagi ke Prambanan, ada bule gua ajak ngobrol, eh gua dicuekin. Bagusss!! Tapi ga apa-apa. Gua maklumin. Secara dia orang Perancis. Sedangkan Bahasa Perancis gua ga terlalu lancar. Cuma bisa nyapa dan nanya-nanya dikit aja.

Enggak kerasa udah tanggal 29 Desember. Tadinya gua pingin taun baruan di sana. Suasana baru. Tapi apa daya, Yang Berkuasa tidak mengizinkan. Tanggal 29 sore gua balik ke Jakarta. Selesailah cerita gua. Semoga suatu saat ada hadiah liburan selanjutnya. Semoga..

abangnya belom ngebuka dagangannya, gua udah stay di situ =P

dari beringharjo, jalan kaki menuju taman pintar..

the way towards the "jakal"

in front of the post graduate building, UGM

serenity

guess!! where is it??? could you??

Tugas Java 3

Posted November 9, 2009 by Fitrie
Categories: science and technology

abstract_class

class_superman

output_superman

class_gatotkaca

output_gatotkaca

Tugas Java 2

Posted October 19, 2009 by Fitrie
Categories: science and technology

1. Membuat Super Class dan Sub Class

a) Super Class

superclass1

Output:

superclass2b) Sub Class

subclass1Output:

subclass22) Class dengan Encapsulation dan Hiding

segitiga1segitiga2
segitiga3Output:

segitiga4

TRUE FRIENDSHIP!

Posted October 12, 2009 by Fitrie
Categories: Uncategorized

by Dawn Nissen

With you, it’s all about voiceless communication-
always knowing exactly what to say,
but never actually having to say it.

When no one seems to be listening,
you hear.
When I hurt but don’t show it,
you know.
When I turn away to hide my tears,
you see.
When I feel like I can’t get through to anyone,
you understand.

Your eyes glow just for me,
and I know you’re proud.
You flash your magical, healing smile my way,
and I know everything will be all right.

You know everything there is to know about me.
You know what worries me,
what keeps me up at night,
and what shames me so badly
that I can’t share it with anyone.
Most importantly, though,
none of those things bother you.

You’ve restored my faith in people
and proved that there is a thing
called true friendship.

PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM KONSEP ILMIAH

Posted October 12, 2009 by Fitrie
Categories: science and technology

PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM KONSEP ILMIAH

Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena [1]. Penelitian ilmiah sering diasosiasikan dengan metode ilmiah sebagai tata cara sistimatis yang digunakan untuk melakukan penelitian.
Penelitian ilmiah juga menjadi salah satu cara untuk menjelaskan gejala-gejala alam. Adanya penelitian ilmiah membuat ilmu berkembang, karena hipotesis-hipotesis yang dihasilkan oleh penelitian ilmiah seringkali mengalami retroduksi.
Tiga tahap penelitian ilmiah
Penelitian ilmiah biasanya melalui tiga tahap yaitu: konseptualisasi, operasionalisasi, dan observasi.
Referensi: Rakhmat, Jalaluddin, Metode Penelitian Komunikasi. Mei 2007. Remaja Rosdakarya. ISBN 979-514-161-9

Fenomena dari bahasa Yunani; phainomenon, “apa yang terlihat”, dalam bahasa Indonesia bisa berarti:
1. gejala, misalkan gejala alam
2. hal-hal yang dirasakan dengan pancaindra
3. hal-hal mistik atau klenik
4. fakta, kenyataan, kejadian

Fakta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Fakta (bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data[1]. Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain Fakta Ilmiah

Fakta ilmiah sering dipahami sebagai suatu entitas yang ada dalam suatu struktur sosial kepercayaan, akreditasi, institusi, dan praktek individual yang kompleks.
Dalam filsafat ilmu, sering dipertanyakan (yang paling terkenal adalah oleh Thomas Kuhn) bahwa fakta ilmiah sedikit banyak selalu dipengaruhi oleh teori (theory-laden), contohnya adalah, untuk mengetahui apa yang harus diukur dan bagaimana cara pengukurannya memerlukan beberapa asumsi mengenai fakta itu sendiri.
Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil observasi yang obyektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun. Diluar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan: Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas Galat biasa terjadi pada proses interpretasi makna dari suatu observasi.
Kekuasaan kadang digunakan untuk memaksakan interpretasi politis yang benar dari suatu pengamatan.
Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena. Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat . suatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan Informasi mengenai subyek tertentu
Karakterisasi
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan observasi; observasi yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat.
Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi.
Pengukuran dalam karya ilmiah biasanya juga disertai dengan estimasi ketidakpastian hasil pengukuran tersebut. Ketidakpastian tersebut sering diestimasikan dengan melakukan pengukuran berulang atas kuantitas yang diukur. Ketidakpastian juga dapat dihitung berdasarkan ketidakpastian masing-masing kuantitas yang digunakan. Penghitungan, misalnya atas jumlah manusia pada suatu negara pada saat tertentu, juga dapat memiliki ketidakpastian karena keterbatasan metode penghitungan yang digunakan.
Para ilmuwan bebas untuk menggunakan apapun — kreativitas pribadi, gagasan dari bidang lain, induksi, pendugaan sistematis, inferensia Bayesian, dsb. — untuk membayangkan penjelasan yang mungkin atas fenomena yang sedang dipelajari. Dalam sejarah ilmu, banyak ilmuwan yang mengaku mendapatkan “inspirasi mendadak” yang kemudian memovitasi mereka untuk mencari bukti yang dapat mendukung atau menolak gagasan mereka.

Sesuatu yang dipereksperimen
Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedak diuji tidaklah benar atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut.
Hasil eksperimen tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Hasil eksperimen secara mutlak bisa menyalahkan suatu hipotesis bila hasil eksperimen tersebut bertentangan dengan prediksi dari hipotesis.
Bergantung pada prediksi yang dibuat, berupa-rupa eksperimen dapat dilakukan. Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam laboratorium atau ekskavasi arkeologis. Eksperimen bahkan dapat berupa mengemudikan pesawat dari New York ke Paris dalam rangka menguji hipotesis aerodinamisme yang digunakan untuk membuat pesawat tersebut.
Pencatatan yang detail sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.
caya sebagai penyebab atau makna

Prediksi dari hipotesis
Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau observasi suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya (apakah benar-benar akan terjadi atau tidak). Hanya dengan demikianlah maka terjadinya hasil tersebut menambah probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat sebelumnya adalah benar. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis.
Jika prediksi tersebut tidak dapat diobservasi, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boMetode ilmiah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia beb

Unsur metode ilmiah

Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
Karakterisasi (observasi dan pengukuran)
Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil observasi dan pengukuran)
Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.