knowledge / my experience / science and technology

Paradigma Orang Indonesia Terhadap Jepang

Oleh Fitrie Amelia

Catatan: Tulisan ini pernah saya ikut sertakan dalam “Lomba Esai” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Sebagian informasi (foto, informasi geografis, informasi ekonomi, dsb.) memang saya ambil dari dunia maya. Namun secara keseluruhan, dari segi pengolahan kata dan tata bahasa hingga terbentuk sebuah esai adalah murni hasil karya saya sendiri sehingga bisa diperiksa keabsahannya.


Jepang. Apa yang langsung terlintas di benak Anda apabila mendengar kata ini? Gunung Fuji (Fujiyama)? Bunga sakura? Kereta cepat (Shinkansen)? Atau mungkin robot ASIMO-nya?

Negeri matahari terbit ini menyimpan sejuta keunikan dan keindahan. Dan juga merupakan salah satu negara maju dengan keunggulannya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Science and Technology). Seluruh dunia telah mengetahui hal tersebut. Mesin-mesin, peralatan elektronik, dan alat telekomunikasi banyak yang berasal dari Jepang. Kendaraan dengan teknologi mutakhir secara mayoritas berasal dari Jepang. Bahkan robot pun seolah-olah tidak mau kalah untuk “pamer” bahwa “aku”(robot) berasal dari Jepang. Semua produk yang serba canggih biasanya terdapat tulisan “Made in Japan”.

shinkansen

Namun, di luar itu semua, bagaimana paradigma orang Indonesia terhadap Jepang? Karena mengingat bahwa dulu, Indonesia pernah dijajah oleh Jepang. Apakah bangsa Indonesia menyimpan dendam?

Belum hilang dari ingatan kita ketika bangsa Indonesia dijajah oleh Jepang. Mungkin sebagian besar dari kita hanya mengetahuinya dari mata pelajaran sejarah yang kita pelajari di Sekolah Dasar. Jepang menjajah bangsa kita selama 3.5 tahun.

Akan tetapi, secara perlahan, ingatan mengenai masalah itu telah sirna. Sepertinya hal itu tidak mampu mempengaruhi paradigma atau sudut pandang orang Indonesia terhadap Jepang yang pada saat ini sudah terlanjur positif. Semua itu dikarenakan bangsa Indonesia kagum dengan kemajuan Jepang yang sangat pesat. Sebenarnya, dalam pikiran orang Indonesia, ingin menjadikan Jepang sebagai contoh negara yang patut ditiru. Dimulai dari warganya yang disiplin dan suka bekerja keras. Tata kotanya yang teratur, bersih dan nyaman. Sampai dengan perkembangan teknologinya saat ini yang telah harum namanya hingga ke seluruh dunia.

Dengan jumlah penduduk yang kurang lebih 128 juta jiwa, dan luas daerah yang tidak lebih dari 400,000 km2, pemerintah Jepang bisa dikatakan sukses dalam “mengatur” warganya. Bagaimana tidak, hampir di semua aspek kehidupan mengalami perubahan yang positif.

mobilitas penduduk jepang

Bidang ekonomi meningkat luar biasa, yaitu menjadi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat dengan PDB nominal (Produk Domestik Bruto) sekitar AS$4.5 triliun. Sungguh menakjubkan bukan? Selain itu, Jepang memiliki industri di bidang otomotif, industri kapal, industri kimia, elektronik, dan lain-lain. Sebagian besar perekonomian Jepang bergantung pada sektor jasa, industri, dan pariwisata.

perekonomian jepang

Bidang sosial dan budaya juga mangalami peningkatan dengan dikembangkannya budaya orisinil Jepang diantaranya upacara minum teh, origami (seni melipat kertas), tarian tradisional, serta makanan khas Jepang.

shabu-shabu

Bidang pertahanan dan keamanan. Di bidang ini pun Jepang aktif dalam hubungan internasional dan menjalin persahabatan dengan negara-negara lain di seluruh dunia.

Bidang pendidikan. Pada bidang ini, pemerintah Jepang sangat perhatian. Sama seperti di Indonesia yang mencanangkan program wajib belajar 9 tahun terhitung dari Sekolah Dasar (Elementary School) hingga Sekolah Lanjutan Kedua (Upper Secondary School), yang di Indonesia setara dengan Sekolah Menengah Pertama. Selain itu tiap tahunnya pemerintah Jepang juga memberikan beasiswa kepada siswa dan mahasiswa berprestasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Contohnya adalah program beasiswa MONBUKAGAKUSHO.

Di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Jepang juga terkenal dengan kehebatan desain grafis dan animasi-nya. Karena itu Manga, Anime, dan seni animasi asal Jepang lainnya, sudah dikenal seantero dunia. Bahkan banyak pelajar Indonesia yang pergi ke Jepang hanya untuk memperdalam seni animasi ini.

Saat ini pun Indonesia masih menjalin hubungan kerjasama dengan Jepang. Tahun 2008 kemarin merupakan tahun ke 50 persahabatan Indonesia dengan Jepang. Atau biasa disebut dengan tahun emas (Golden Year of Friendship 2008, Indonesia-Japan). Semua ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia menghormati Jepang. Kerjasama tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan, terutama di bidang teknologi dan pariwisata. Masing-masing negara mengunggulkan kekayaan yang dimilikinya. Indonesia memiliki Danau Tiga Warna, Jepang memiliki Gunung Fuji. Indonesia memiliki Bunga Bangkai (Rafflesia Arnoldi), Jepang memiliki Bunga Sakura (Cherry Blossom). Dan lain sebagainya.

Golden Year of Friendship 2008

Apabila dibandingkan dengan negara Jepang, Indonesia memang masih jauh tertinggal dan sulit untuk disejajarkan. Tetapi kesempatan untuk memperbaikinya masih terbuka lebar. Kita sebagai warga negara Indonesia sebaiknya mencontoh negara Jepang. Mencontoh bukan berarti mencuri kebudayaan mereka. Ikuti contoh yang positif dari negara tersebut. Kita salurkan keinginan kita dengan cara belajar yang rajin dan sungguh-sungguh. Menerapkan kebiasaan disiplin dalam segala hal. Dan jangan mudah menyerah, apalagi putus asa. Apapun yang akan terjadi nanti, tetap lakukan yang terbaik pada saat ini. Jangan hanya berbicara ingin seperti ini dan itu tetapi tidak mau mencoba. Yang terpenting adalah berusaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s